Postingan

Terus kita gimana?

  “Mmmaaaaasssss kaappaaaann ppuuulllaaaaannggg?” kali ini panjang panjang kuketik pesan pada Mas, sengaja, sekedar untuk mencari perhatian. Sebuah pertanyaan yang kukirim nyaris tiap hari dan selalu dijawab “sabar dek.”  “Ya tapi sampai kapan hadeeehhh”, gerutuku sendiri sambil menatap layar ponsel yang tak kunjung memunculkan pesan balasan. Hujan bulan Desember membuatku enggan beranjak dari cafe meski semua deadline pekerjaan sudah aku selesaikan. “Mas kemana sih lama amat bales chat doang, ada meeting apa ya, apa lagi antar Okaasan periksa?” aku berbicara dengan diriku sendiri sambil menatap hujan yang masih turun sejak pagi. Ya, semenjak kedatangan kami ke Okinawa beberapa bulan lalu, Mas memutuskan untuk tinggal disana dan merawat Okaasan sampai beliau pulih. Aku pun kembali ke Bandung sendiri dengan perasaan campur aduk. Okaasan tidak membenciku, tapi juga tidak menunjukkan rasa suka terhadapku. Sikapnya memang hangat -setidaknya, untuk ukuran orang Jepang yang jarang b...

Perihal Pulang

Gambar
  Sore itu langit mendadak berubah berawan. "padahal masih agustus, kok udah mendung ya, apa masuk pancoba?" gumamku lirih yang kau respon dengan menengok ke arah jendela. Kamu hanya tersenyum dan kembali menatap layar laptopmu, membiarkanku tenggelam dalam lamunan. Sedari tadi perasaanku tidak tenang, ada sesuatu yang mengganggu namun aku gagal menafsirkannya. Embun yang sedari tadi menetes dari gelas es Sakura Cream-ku semakin hilang, tanda kami sudah duduk berjam-jam berkutat dengan pekerjaan kami. Ya, sejak memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih serius 8 bulan lalu kami semakin sering bertemu di sela-sela waktu pulang bekerja atau saat aku WFH. Entah sekedar membeli es kopi, berdiskusi soal rencana kami, atau mengerjakan pekerjaan masing-masing seperti yang kami lakukan saat ini. "Bentar ya, aku ada meeting" ucapmu sambil memasang earphone wireless kado ulangtahun dariku 2 tahun lalu. Aku hanya mengangguk, pikiranku kembali melayang ke antah berantah, men...

Kalau aku yakinnya sama Kakak, aku harus gimana?

Gambar
  “Siapapun berhak menyukai dan mendekatiku Kak, itu urusan mereka. Tapi kalau aku yakinnya sama Kakak, aku harus gimana?” pernyataan Prajna terus menerus berputar di kepala Pram. Helaan nada putus asa saat Prajna mengatakan kalimat tersebut semakin terdengar nyata dan lantang. Bayangan wajah teduh Prajna muncul bergantian dengan raut sedih gadis mungil itu.  “Pram bodoh!!” Pram berteriak tertahan sambil memukul kepalanya sendiri berulang kali. Penyesalan dan rasa bersalah terus menerus menghantuinya.  Sudah 3 hari Pram hanya berdiam diri di kamarnya. Ruangan 3x2 itu nampak berantakan. Buku-buku berserakan bersama botol minum yang telah kosong. Aroma apek dan lembab menyeruak akibat jendela dan pintu yang terus tertutup. Rambutnya nampak kusut, cekungan matanya menghitam, tubuhnya yang kurus semakin ringkih karena hanya mendapat asupan air mineral. Pertemuannya dengan Prajna 4 hari lalu memaksanya untuk mengambil cuti. Jangankan berangkat kerja, untuk sekedar makan saja P...

Kenapa sih Bu?

Gambar
“Mba sekarang lagi deket sama siapa?” tanya Ibu tiba-tiba, nyaris membuat mie yang kukunyah masuk ke tenggorokan. “Kenapa Buk?” tanyaku balik  “Ya ngga papa, inget umur aja Mba …”  Tiba-tiba dadaku terasa sesak. Pertanyaan sama yang tak kunjung aku bisa jawab dengan memuaskan. “Kenapa sih Bu, nanya nanya deket sama siapa? Bingung aku tuh harus jawab gimana? Baru juga selesai dengan laki-laki yg dikenalin Bude pekan lalu, Ibu udah tanya aja aku dekat dengan siapa? Capek aku Bu, capek! Udahlah ga usah Ibu nanya nanya aku lagi deket sama siapa, itu urusanku Bu. Nanti juga aku bakal kenalin ke Ibu saat aku udah menemukan orang yang aku yakin bisa hidup dengannya. Aku janji bakal cerita semuanya, tapi ngga sekarang Bu. Aku bakal nikah kok Bu, Ibu ngga usah khawatir. Aku sedang bersiap Bu, mengertilah!” tanpa sadar beberapa kali aku meninggikan suaraku, menahan isak yang sedari tadi kubendung. “Mbak… kok ngelamun, Mbak denger yang Ibu omongkan tadi kan” suara Ibu tiba-tiba terdengar...

Nyari apa sih?

Sebenernya kamu kenapa sih? olah raga udah jajan makanan udah tidur udah main udah mantai udah nggunung udah bahkan nge-camp juga udah lalu apa lagi?? mau apa lagi? butuh apa lagi? kenapa nyari-nyari alasan terus?? pengen ini itu dulu manjain diri biar bisa fokus ngerjakan tapi ngga kunjung ngerjakan jadi, kapan mau bergerak? ngga capek bengong terus? padahal kalau pas dikasih kesempatan doing nothing, ngerasa bosen juga kan? apalagi sosmed. udah berapa kali buka tutup aplikasi ga jelas?? sebenernya kamu lagi nyari apa sih? apakah partner yang mau menemani sekaligus bisa mendorongmu "berlari" akan cukup?  Jogja, 8 November 2020 di tengah keengganan mengerjakan proposal Thesis

Menitip (r)asa pada atap tertinggi Jawa (Bagian 2)

Gambar
Nampaknya gunung memang tempat terbaik untuk melarikan diri dari segala hiruk pikuk dan ambisi duniawi  Matahari sudah tinggi tepat di atas kepala saat kami memulai perjalanan menyusuri jalan Lumajang-Malang. 20 menit berjalan nampak sebuah gapura berdiri kokoh di hadapan kami, menandai awal pendakian Gunung Semeru. Setelah melakukan pengecekan tiket oleh petugas di pos pengecekan yang terletak di seberang gapura, kami berfoto sejenak untuk kemudian melanjutkan perjalanan. Gerbang masuk menuju jalur pendakian Semeru Hamparan perkebunan warga menyambut kedatangan kami, pemandangan yang sejak beberapa jam yang lalu menyita perhatianku. Yaaps jalan menuju Ranupane memang diapit perkebunan warga yang membuat siapapun ingin menghirup oksigen sebanyak mungkin dan menyimpan kesejukannya dalam paru-paru. Cuaca cukup cerah hari itu, awan nampak beriringan tertiup angin. Jalur setapak yang sedikit rimbun membantu melindungi kami dari sengatan terik matahari. Ponsel ku sudah berada d...

tips milih baju buat hiking

hello! ketemu lagi nih sama dakuu :) kali ini sesuai janji di artikel sebelumnya, aku bakal ngebahas tetang baju dan jenis kain yang recomended buat ndaki gunung kenapa milih baju penting? karena salah milih baju bisa bikin kamu tersiksa selama perjalanan (aah elaaahh alayy... wkwkwk) tapi seriously, ini penting banget aku rasa cukup aku aja yang masuk angin dan kelimpungan gegara salah pilih bahan baju (dasar lemah, kek orang tua gampang masuk angin hahahaaha) oke langsung aja niih, ini beberapa jenis baju yang bisa kamu pakai pas nggunung: 1. baju berbahan jersey baju dengan bahan jersey recomended banget buat dipakai pas perjalanan pendakian. karena baju jenis ini ngga nyerap keringat dan cepat kering, jadi kamu ga perlu khawatir masuk angin gegara baju basah. terus nih, misal kamu beruntung ngecamp di tempat yang deket sumber air, kamu juga bisa nyuci bajumu biar ga bauk wkwkwk so besoknya itu baju bisa kamu pake lagi pas perjalanan (hemat baju toh? memperingan beban hidup...